“Pengeboman adalah tindakan anti kemanusiaan dan anti kebhinekaan!"

>> Senin, 09 Mei 2011

Siaran Pers:

“Pengeboman adalah tindakan anti kemanusiaan dan anti kebhinekaan!”

Salam Perdamaian,

Sudah kedua kalinya hotel JW Marriot menjadi sasaran pengeboman oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan anti perdamaian. Pengeboman tadi pagi, Kamis 17 Juli 2009 yang terjadi sekitar pukul 07.55 WIB juga menjadikan hotel Ritz Carlton sebagai sasaran. Informasi yang beredar, pengeboman dilakukan oleh seorang tamu yang menginap di hotel JW Marriot dengan inisial NA di kamar 1808. Dugaan sementara, tamu yang menginap di kamar tersebut selama 10 hari memanfaatkan waktunya untuk merakit bom. Hal ini berdasarkan bukti yang ditemukan di dalam kamar 1808 berupa bom aktif.

Hingga saat ini, sudah ada 12 korban meninggal dan beberapa luka parah. Tentu masih ditambah dengan kerugian material yang tidak sedikit jumlahnya. Belum lagi secara politik internasional, citra Indonesia semakin lekat sebagai negara terorist. Padahal, tindakan ini hanya merupakan tindakan bodoh dari sekelompok kecil orang yang tidak bertanggungjawab dan tidak berperikemanusiaan. Namun dampaknya telah dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia, bahkan di negara lain. Mengingat kedua hotel tersebut sering dikunjungi warga negara asing, bahkan diinformasikan bahwa hotel Ritz Carlton direncanakan menjadi tempat inap para pemain sepakbola MU yang akan bertanding melawan kesebelasan dari Indonesia.

Berangkat dari fakta tersebut, AJI Damai – Aliansi Jogja untuk Indonesia damai menyatakan:
  1. Mengutuk keras tindakan pengeboman hotel JW Marriot dan hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
  2. Menuntut pemerintah agar mengambil tindakan hukum bagi pelaku tindak kekerasan yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan di Indonesia.
  3. Menghimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada dan tidak mudah terpancing oleh tindakan biadab yang dimaksudkan untuk merusak perdamaian dan kebhinekaan Indonesia.
  4. Mengajak media agar tetap memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada publik, agar kebenaran, keadilan dan perdamaian bisa ditegakkan di bumi Indonesia.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Tangkap dan Hukum pelaku pengeboman!
Tegakkan perdamaian dan kebhinekaan Indonesia!

Yogyakarta, 17 Juli 2009


Isti Komah, S.Fil
Koordinator

Read more...

Platform Aliansi Jogja Untuk Indonesia Damai (AJI DAMAI)

>> Kamis, 05 Mei 2011

Latar Belakang

  1. Perlunya konsolidasi gerakan elemen-elemen masyarakat, LSM, akademisi, kelompok kajian, gerakan  mahasiswa, ormas sosial dan ormas keagamaan yang ada di Jogjakarta
  2. Perlunya wadah berbagai elemen masyarakat Jogja untuk mendukung Jogjakarta sebagai kota toleran-pluralis. 
  3. Perlunya mewujudkan partisipasi masyarakat dalam menjaga martabat bangsa secara berkelanjutan 
  4. Perlunya menanggapi persoalan-persoalan aktual dalam masyarakat 
Fokus Gerakan
Membangun jaringan dan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk melakukan berbagai hal yang mendorong munculnya situasi dan kondisi anti diskriminasi serta anti kekerasan, yang memungkinkan
terciptanya keadilan sebagai upaya menjaga martabat kemanusiaan dan kebangsaan


Wilayah Gerakan
Yang dimaksud dengan wilayah gerakan adalah ruang lingkup persoalan yang akan dirambah gerakan Aji-Damai, diantaranya meliputi:


  1. Hak asasi manusia (HAM), yang di dalamnya antara lain meliputi hak untuk merasa aman, hak menganut atau tidak menganut suatu agama atau keyakinan, hak mengenyam pendidikan. Berikut juga Hak Ekonomi, Sosial, Budaya dan Politik; yang didalamnya sudah termasuk hak mendapat kesempatan berusaha, memelihara dan mengekspresikan nilai-nilai budaya lokal, hak menerima informasi, berserikat dan berkumpul.
  2. Keadilan Gender menghapuskan diskriminasi gender.
  3. Lingkungan Hidup yang nyaman dan aman bagi makhluk hidup.
  4. Korupsi
  5. Kejahatan kooporasi
Prinsip Dasar Ber-aliansi
Sesorang atau lembaga bisa menjadi anggota aliansi apabila : 
  1. Mempunyai komitmen tinggi pada kemanusiaan dan kebangsaan dalam bentuk kesediaan untuk bekerjasama dalam aksi atau meluangkan waktu untuk bersama-sama memikirkan persoalan yang menjadi keprihatinan bersama.
  2. Kesediaan untuk terlibat dalam aliansi tidak mempunyai tendensi lain kecuali keprihatinan pada persoalan kemanusiaan dan kebangsaan. Dengan demikian setiap partisipan tidak dibenarkan berfikir dan bersikap partisan, sebaliknya harus mempertahankan sikap independen. 
  3. Setiap partisipan tidak dibenarkan mengambil keuntungan pribadi atau kelompok dari keterlibatannya sebagai partisipan aliansi maupun dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
Keorganisasian 
Keanggotaan: seluruh partisipan (elemen-elemen yang terlibat) aliansi berposisi setara-berjejaring, komitmen sukarela dan tidak mengikat. Sifat aliansi: terbuka, independen, non partisan dan  non politik praktis.
Koordinasi: untuk menjalankan gerakan musyawarah umum, partisipan aliansi akan memilih seorang koordinator umum yang akan bekerja dibantu oleh seorang koordinator gerakan mahasiswa, seorang
koordinator ormas, seorang koordinator LSM dan seorang sekretaris. 

Setiap semester tim koordinator akan mempertanggungjawabkan kerja koordinasinya pada musyawarah umum partisipan. Pembiayaan/pendanaan: untuk semua kegiatan aliansi akan dibiayai oleh iuran dari para partisipan (baik personal atau lembaga) yang besarnya ditentukan dalam rapat semester (tergantung  kebutuhan). 

Bentuk Gerakan
1. Aksi damai
2. Audiensi strategis dengan pihak-pihak yang terkait dengan persoalan yang sedang dihadapi
3. Press Release
4. Advokasi



Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP